Kisah Nyata Anak Durhaka Singapura

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Sebuah Kisah Nyata dari Negeri tetangga
Singapura beberapa dekade lalu yang cukup menghebohkan hingga Perdana
Menteri saat itu, Lee Kwan Yew senior turun tangan dan mengeluarkan
dekrit tentang orang lansia di Singapura.
:::::...
Dikisahkan ada orang kaya raya di sana mantan Pengusaha sukses yang
mengundurkan diri dari dinia bisnis ketika istrinya meninggal dunia.
Jadilah ia single parent yang berusaha membesarkan dan mendidik dengan baik anak laki-laki satu-satunya hingga mampu mandiri dan menjadi seorang Sarjana.
:::::... Kemudian setelah anak tunggalnya tersebut menikah, ia minta
ijin kepada ayahnya untuk tinggal bersama di Apartemen Ayahnya yang
mewah dan besar. Dan ayahnya pun dengan senang hati mengijinkan anak menantunya tinggal bersama-sama dengannya.
Terbayang dibenak orangtua tersebut bahwa apartemen nya yang luas dan
mewah tersebut tidak akan sepi, terlebih jika ia mempunya cucu. Betapa
bahagianya hati bapak tersebut bisa berkumpul dan membagi kebahagiaan dengan anak dan menantunya.
:::::... Pada mulanya terjadi komunikasi yang sangat baik antara
Ayah-Anak-Menantu yang membuat Ayahnya yang sangat mencintai anak
tunggalnya itu tersebut tanpa sedikitpun ragu-ragu mewariskankan seluruh
harta kekayaan termasuk apartment yang mereka tinggali, dibaliknamakan ke anaknya itu melalui Notaris terkenal di sana.
:::::... Tahun-tahun berlalu, seperti biasa, masalah klasik dalam rumah tangga, jika anak menantu tinggal seatap dengan orang tua, entah sebab mengapa akhirnya pada suatu hari mereka bertengkar hebat yang pada akhirnya, anaknya tega mengusir sang Ayah keluar dari apartment mereka yang ia warisi dari Ayahnya.
:::::... Karena seluruh hartanya, Apartemen, Saham, Deposito, Emas dan
uang tunai sudah diberikan kepada anaknya, maka mulai hari itu dia
menjadi pengemis di Orchard Rd. Bayangkan, orang kaya mantan pebisnis
yang cukup terkenal di Singapura tersebut, tiba-tiba menjadi pengemis!
:::::... Suatu hari, tanpa disengaja melintas mantan teman bisnisnya
dulu dan memberikan sedekah, dia langsung mengenali si ayah ini dan
menanyakan kepadanya, apakah ia teman bisnisnya dulu. Tentu saja, si
ayah malu dan menjawab bukan, mungkin Anda salah orang, katanya. Akan
tetapi temannya curiga dan yakin, bahwa orang tua yang mengemis di
Orchad Road itu adalah temannya yang sudah beberapa lama tidak ada kabar
beritanya. Kemudian, temannya ini mengabarkan hal ini kepada
teman-temannya yang lain, dan mereka akhirnya
bersama-sama mendatangi orang tersebut. Semua mantan sahabat karibnya
tersebut langsung yakin bahwa pengemis tua itu adalah Mantan pebisnis
kaya yang dulu mereka kenal.
:::::... Dihadapan para sahabatnya, si ayah dengan menangis
tersedu-sedu, menceritakan semua kejadian yang sudah dialaminya. Maka,
terjadilah kegemparan di sana, karena semua orangtua di sana merasa
sangat marah terhadap anak yang sangat tidak bermoral itu.
Kegemparan berita tersebut akhirnya terdengar sampai ke telinga PM Lee Kwan Yew Senior.
:::::... PM Lee sangat marah dan langsung memanggil anak dan menantu durhaka tersebut. Mereka dimaki-maki
dan dimarahi habis-habisan oleh PM Lee dan PM Lee mengatakan "Sungguh
sangat memalukan bahwa di Singapura ada anak durhaka seperti kalian" .
:::::... Lalu PM Lee memanggil sang Notaris dan saat itu juga surat
warisan itu dibatalkan demi hukum! Dan surat warisan yang sudah
baliknama ke atas nama anaknya tersebut disobek-sobek oleh PM Lee.
Sehingga semua harta milik yang sudah diwariskan tersebut kembali ke
atas nama Ayahnya, bahkan sejal saat itu anak menantu itu dilarang masuk
ke Apartment ayahnya.
:::::... Mr Lee Kwan Yew ini
ternyata terkenal sebagai orang yang sangat berbakti kepada orangtuanya
dan menghargai para lanjut usia (lansia). Sehingga, agar kejadian serupa
tidak terulang lagi, Mr Lee mengeluarkan Kebijakan / Dekrit yaitu
"Larangan kepada para orangtua untuk tidak mengwariskan harta bendanya
kepada siapapun sebelum mereka meninggal.
Kemudian, agar para lansia itu tetap dihormati dan dihargai hingga
akhir hayatnya, maka dia buat Kebijakan berupa Dekrit lagi, yaitu agar
semua Perusahaan Negara dan swasta di Singapura memberi pekerjaan kepada
para lansia. Agar para lansia ini tidak tergantung kepada anak
menantunya dan mempunyai penghasilan sendiri dan mereka sangat bangga bisa memberi angpao kepada cucu-cucunya dari hasil keringat mereka sendiri selama 1 tahun bekerja.
:::::... Anda tidak perlu heran jika Anda pergi ke Toilet di Changi
Airport, Mall, Restaurant, Petugas cleaning service adalah para lansia.
Jadi selain para lansia itu juga bahagia karena di usia tua mereka masih bisa bekerja, juga mereka bisa
bersosialisasi dan sehat karena banyak bergerak. Satu lagi sebagaimana
di negeri maju lainnya, PM Lee juga memberikan pendidikan sosial yang
sangat bagus buat anak-anak dan remaja di sana, bahwa pekerjaan
membersihkan toilet, meja makan diresto dsbnya itu bukan pekerjaan hina,
sehingga anak-anak tsb dari kecil diajarkan untuk tahu menghargai orang
yang lebih tua, siapapun mereka dan apapun profesinya.
Sebaliknya, Anak di sana dididik menjadi bijak dan terus memelihara
rasa hormat dan sayang kepada orangtuanya, apapun kondisi orangtuanya.
:::::... Meskipun orangtua mereka sudah tidak sanggup duduk atau berdiri,atau mungkin sudah selamanya terbaring diatas tempat tidur, mereka harus tetap menghormatinya dengan cara merawatnya.
:::::... Mereka, warganegara Singapura seolah diingatkan oleh PM Lee agar selalu mengenang saat mereka masih balita, orangtua merekalah yang membersihkan tubuh mereka dari semua bentuk kotoran, juga yang memberi makan dan kadang menyuapinya dengan tangan mereka sendiri, dan menggendongnya kala mereka menangis meski dini hari dan merawatnya ketika mereka sakit.
:::::... ALLAH berfirman :
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.
jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur
lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan
kepada keduanya Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia” (Al-Isra: 23)
Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar