Jumat, 23 November 2012

"Foto Pemenang Pulitzer"

-=|[ "Foto Pemenang Pulitzer" ]|=-

Penghargaan tertinggi Jurnalistik Pulitzer 1994 adalah tentang seorang gadis yang menangis kelaparan dan berusaha merangkak kelelahan menuju camp pengungsian PBB berjarak 1 Km dari tempatnya, dengan tanpa pakaian dan tulang kurus menonjol dimana-mana, sementara di belakangnya di bayang²-i burung pemakan bangkai yang sudah mencium bau kematian gadis kecil tersebut.

Foto tersebut di ambil di Afrika Selatan oleh seorang wartawan bernama Kevin Carter, yang mendengar suara tangis anak tersebut, sempat menunggu selama 20 menit supaya burung pemakan bangkai itu pergi, tetapi akhirnya sekedar mengambil foto gadis itu karena burung tersebut tidak juga meninggalkan gadis tersebut, dan meninggalkannya begitu saja karena dia takut tertular penyakit dan sebagainya.


Tetapi, begitu foto tersebut di publikasikan, New York Times yang menerima foto tersebut segera menerima ribuan telepon menanyakan kabar gadis itu :

"Apakah dia mati ?"
"Apakah bisa sampai ke penampungan PBB ?"
"Apakah di makan burung pemakan bangkai ?"
"Bagaimana saya bisa menolong gadis tersebut ?"
"Mengapa KEVIN tidak menolong anak gadis itu ?"

2 bulan setelah menerima penghargaan tersebut, Kevin mati bunuh diri karena dihantui pemandangan tersebut. dia tidak pernah berhenti menangis menyesali diri :

"MENGAPA AKU TIDAK MENOLONG ANAK GADIS ITU".

Penyesalan memang selalu datang terlambat.

Mari, selagi masih ada kesempatan berbuat baik, marilah kita berbuat baik dengan tidak jemu². Jangan sampai kita menyesali diri karena kesempatan berbuat baik itu sudah tertutup.

Fans Page : Denny J.A's World

≈☀╠[“semoga bermanfaat”]╣☀≈

Sebuah Foto  tentang Kelaparan di Afrika yang membuat Fotografernya Bunuh Diri


 
Penghargaan tertinggi Jurnalistik Pulitzer 1994 adalah tentang seorang gadis yang menangis kelaparan dan berusaha merangkak kelelahan menuju camp pengungsian PBB berjarak 1 Km dari tempatnya, dengan tanpa pakaian dan tulang kurus menonjol dimana-mana, sementara di belakangnya di bayang²-i burung pemakan bangkai yang sudah mencium bau kematian gadis kecil tersebut.

Foto tersebut di ambil di Afrika Selatan oleh seorang wartawan bernama Kevin Carter, yang mendengar suara tangis anak tersebut, sempat menunggu selama 20 menit supaya burung pemakan bangkai itu pergi, tetapi akhirnya sekedar mengambil foto gadis itu karena burung tersebut tidak juga meninggalkan gadis tersebut, dan meninggalkannya begitu saja karena dia takut tertular penyakit dan sebagainya.


Tetapi, begitu foto tersebut di publikasikan, New York Times yang menerima foto tersebut segera menerima ribuan telepon menanyakan kabar gadis itu :

"Apakah dia mati ?"
"Apakah bisa sampai ke penampungan PBB ?"
"Apakah di makan burung pemakan bangkai ?"
"Bagaimana saya bisa menolong gadis tersebut ?"
"Mengapa KEVIN tidak menolong anak gadis itu ?"

2 bulan setelah menerima penghargaan tersebut, Kevin mati bunuh diri karena dihantui pemandangan tersebut. dia tidak pernah berhenti menangis menyesali diri :

"MENGAPA AKU TIDAK MENOLONG ANAK GADIS ITU".

Penyesalan memang selalu datang terlambat.

Mari, selagi masih ada kesempatan berbuat baik, marilah kita berbuat baik dengan tidak jemu². Jangan sampai kita menyesali diri karena kesempatan berbuat baik itu sudah tertutup.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar