BKM Sipatokkong
Minggu, 23 Desember 2012
Senin, 10 Desember 2012
KISAH 4 LILIN
Ada 4 lilin yang menyala.
Sedikit demi sedikit habis meleleh.
Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.
Yang pertama berkata:
“Aku adalah Damai.”
“Namun manusia tak mampu menjagaku, maka lebih baik aku mematikan diriku saja!”
Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.
Yang kedua berkata:
“Aku adalah Iman.”
“Sayang aku tak berguna lagi.”
“Manusia tak mau mengenaliku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.
Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara:
“Aku adalah Cinta”
“Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.”
“Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.”
“Mereka saling membenci, malah membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”
Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.
Tanpa terduga…
Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam.
Karena takut akan kegelapan itu, si anak berkata: “Eh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, aku takut akan kegelapan!” Lalu si anak menangis tersedu-sedu.
Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata :
“Jangan takut,
Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:
” Akulah H A R A P A N “
Dengan mata bersinar, si anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.
Apa yang tidak pernah mati hanyalah H A R A P A N yang ada dalam hati kita. Semoga ia dapat menjadi alat, seperti si anak tersebut yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya. Amin
KISAH NYATA TENTANG SANG NENEK PENCURI DAN HAKIM YANG BERHATI MULIA
Di ruang sidang pengadilan, seorang hakim duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU terhadap seorang nenek yang dituduh mencuri singkong. Nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, dan cucunya... kelaparan. Namun seorang ...laki yang merupakan manajer dari PT yang memiliki perkebunan singkong tersebut tetap pada tuntutannya, dengan alasan agar menjadi contoh bagi warga lainnya.
Hakim menghela nafas. dan berkata, “Maafkan saya, bu”, katanya sambil memandang nenek itu.
”Saya tak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum. Saya mendenda anda Rp 1 juta dan jika anda tidak mampu bayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU”.
Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam. Namun tiba-tiba hakim mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang Rp 1 juta ke topi toganya serta berkata kepada hadirin yang berada di ruang sidang.
‘Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap orang yang hadir di ruang sidang ini, sebesar Rp 50 ribu, karena menetap di kota ini, dan membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya."Saudara panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa.”
sebelum palu diketuk nenek itu telah mendapatkan sumbangan uang sebanyak Rp 3,5 juta dan sebagian telah dibayarkan kepanitera pengadilan untuk membayar dendanya, setelah itu dia pulang dengan wajah penuh kebahagian dan haru dengan membawa sisa uang termasuk uang Rp 50 ribu yang dibayarkan oleh manajer PT yang menuntutnya.
Semoga di Indonesia banyak hakim-hakim yang berhati mulia seperti ini.
(Sumber: Fb Polres Sidoarjo)
Berhati mulia bagaikan belajar dari sebuah akar
AKAR itu begitu GIGIH mencari air, MENEMBUS tanah yang KERAS, demi sebatang pohon.
Ketika pohon TUMBUH dan BERBUNGA indah, Maka banyak orang memuji pohon tersebut.
Apakah AKAR juga mendapat pujian ?
Hmmm... tentulah tidak, akan tetapi AKAR tak pernah mengeluh, ia tetap
sembunyi di dalam tanah dan akan terus bekerja untuk memberi makanan
pada sang pohon.
Naaah dari AKAR-lah kita belajar tentang KETULUSAN BUDI dan KERENDAHAN HATI.
MENGUBAH PENDERITAAN & KEPEDIHAN MENJADI KESEMPATAN
Pada saat-saat tertentu kita dihadapkan pada kepedihan dan penderitaan. Ketika itu terjadi kita hanya bisa berkeluh kesah dan mengasihani diri sendiri; atau kita mengubah penderitaan dan kesedihan itu menjadi peluang untuk maju dan berkembang.
Jika kita mencermati dan menelaah setiap penderitaan mungkin kita
dapat memaknai dan mengambil kebaikan darinya . Dengan begitu kita
melihat penderitaan dan kesedihan dari sudut pandang yang berbeda.
Cara pendang seperti ini akan membantu meringankan beban kepedihan dan penderitaan .
Ketika penderitaan datang mungkin kita akan menemukan hal-hal yang lebih baik dimasa depan. Ketika seekor ulat berubah jadi kepompong , perubahan itu menandai akhir kehidupan si ulat. Meski demikian pada peristiwa yang sama menandai awal kehidupan makhluk lain yang lebih cantik dan indah, seekor kupu-kupu.
Derita dan kepedihan akan menguatkan jiwa kita. Semakin sering kita mengalami penderitaan akan semakin besar kapasitas kita untuk tumbuh dan berkembang, seiring dengan itu akan semakin kuatlah jiwa kita. Karena kita di anugerahi Allah kapasitas dan kemampuan yang sangat besar.
Banyak contoh-contoh bagaimana seorang besar bisa mengubah penderitaan yang dihadapinya menjadi suatu keberhasilan.
Seorang Nelson Mandela dan Terry Fox, mengalami kepedihan yang luar biasa tapi mereka tidak hanya mampu bertahan menghadapi nya tapi juga dapat memahami sesuatu yang lebih berharga dan mulia dari penderitaan mereka.
Kita mengenal Bethoven yang tuli dan Milton yang buta , tetapi keduanya dapat mengatasi tragedi dan kepedihan mereka , kemudian mencari kesempatan untuk menghasilkan karya-karya yang besar.
Sebelum menjadi penulis besar , Charles Dickens bekerja sebagai tukang yang melabeli pot bunga, Tragedi akibat ditinggal kekasih pertamanya sangat mempengaruhi dirinya dan menyentuh jiwanya yang sangat dalam sehingga ia mulai menulis dan menjadi seorang sastrawan yang sangat terkenal.
Penderitaan bisa diubah menjadi sesuatu yang indah ...
Kesedihan dapat menjadi sarana menuju kemenangan ....
Ketika orang lain merendahkan dan meremehkan kita tentu saja kita merasa sedih dan terluka. Namun semestinya kita bisa mengubah kepedihan itu menjadi peluang dan merubah rasa sakit menjadi keberuntungan. Menjadikan semua itu sebagai motivasi diri untuk maju meraih keberhasilan. Dengan mengembangkan kapasitas diri semaksimal mungkin untuk menjadi lebih baik. Menegembangkan kemampuan diri menuju kemenangan sehingga membuahkan kebahagiaan.
Penderitaan membuat kita lebih mengenal diri sendiri ...
Ditengah penderitaan yang mendalam dan rasa sakit kita bisa beralih dan bersandar pada kekuatan batin kita sendiri . Sebagaimana sebuah kerang menderita dan merasakan sakit yang luar biasa ketika butiran pasir menyusup memasuki cangkangnya, melukai dan menyakitinya. Kerang berusaha menyingkirkan butir-butir pasir itu , namun bagaimanapun dia berusaha pasir itu tetap tidak kunjung tersingkirkan . dengan ludahnya akhirnya dia membalut luka dan sakitnya sehingga menciptakan sebuah mutiara yang indah.
Begitupun jika ada rasa sakit dan penderitaan dalam hidup kita , kita dapat mengikuti langkah si kerang, membalut sendiri luka itu dan bersahabat dengan kesedihan dan penderitaan , menerimanya sebagai suatu pemicu semangat untuk menciptakan ‘mutiara kehidupan ‘ yang indah yang kita inginkan. Semua ini membutuhkan kerja keras dan kesabaran untuk membuat mutiara, tetapi mutiara yang kita ciptakan itu tercipta berkat cinta dan keimanan.
Bertumbuh diatas luka ...
Rasa sakit akibat derita dan kepedihan yang kita hadapi sesuai dengan reaksi kita terhadapnya.Kita bisa menderita dan hancur diantara luka dan derita serta tenggelam bersamanya dengan terus berkutat diatas penderitaan , menyesali masa lalu, mengasihi diri sendiri dengan terus mengingat-ingatnya sebagai suatu kesalahan dan larut serta tenggelam bersamanya, Jadilah kita seorang yang menderita luka diatas luka ; sudah jatuh tertimpa tangga pula.
Atau sebaliknya Kita bisa mengubah dan mentransformasikan luka dan derita yang kita alami menjadi sesuatu yang baik dan indah. Dan kita bertumbuh bersamanya sehingga muncul suatu yang mutiara yang indah, kehidupan baru yang bermakna, luka dan derita hanya sebuah jembatan untuk meraih kesuksesan dan jadi pendorong dan semangat untuk meraih kehidupan yang lebih baik dan bermakna... seperti yang dihadapi oleh orang-orang sukses lainnya. Mungkin jumlah mereka hanya segelintir tapi mereka dapat menjadi bukti yang cukup kuat bahwa segala sesuatu dapat diambil dari seseorang, kecuali kebebasan manusia untuk bersikap dan berperilaku sesuai dengan kata hatinya.
Tak seorangpun mampu mengambil kebebasan kita untuk memilih jalan yang ingin kita tempuh.
Berbagai peristiwa yang menyedihkan seperti kematian dapat memandu kita menuju keimanan terhadap kekuatan Ilahi yang memberi kita jawaban dan rasa aman.
Penderitaan tidak hanya menciptakan karakter tetapi juga mengungkapkannya.
Ketika penderitaan dan kepedihan datang menghadang kita harus berupaya untuk mengambil pelajaran dan hikmah yang tersembunyi didalamnya. Kita dapat mengubah tragedi menjadi peluang untuk maju dan berkembang , ketimbang terus menerus mengasihi diri sendiri dan berkubang dalam kesedihan...
***
Seekor burung tidak bisa merubah arah angin, tapi dia bisa merubah arah sayap hingga dia bisa terbang mencapai tujuannya.
Allah menciptakan setiap manusia dengan segala kelebihan dan kekurangannya untuk menguji siapa yang paling baik amalnya
Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang,
MELAINKAN mereka yang tetap tegar dan segera bangkit lagi setiap kali jatuh.
Bila Allah makbulkan doamu, Maka DIA menyayangimu ..,
Bila DIA lambat makbulkan doamu, Maka DIA ingin mengujimu, ...
Bila DIA tak makbulkan doamu, Maka DIA merancang sesuatu yg terbaik untukmu...
Oleh itu, senantiasalah bersangka baik pada ALLAH dalam keadaan bagaimanapun karena Kasih sayang Allah itu mendahului kemurkaanNYA.
Cara pendang seperti ini akan membantu meringankan beban kepedihan dan penderitaan .
Ketika penderitaan datang mungkin kita akan menemukan hal-hal yang lebih baik dimasa depan. Ketika seekor ulat berubah jadi kepompong , perubahan itu menandai akhir kehidupan si ulat. Meski demikian pada peristiwa yang sama menandai awal kehidupan makhluk lain yang lebih cantik dan indah, seekor kupu-kupu.
Derita dan kepedihan akan menguatkan jiwa kita. Semakin sering kita mengalami penderitaan akan semakin besar kapasitas kita untuk tumbuh dan berkembang, seiring dengan itu akan semakin kuatlah jiwa kita. Karena kita di anugerahi Allah kapasitas dan kemampuan yang sangat besar.
Banyak contoh-contoh bagaimana seorang besar bisa mengubah penderitaan yang dihadapinya menjadi suatu keberhasilan.
Seorang Nelson Mandela dan Terry Fox, mengalami kepedihan yang luar biasa tapi mereka tidak hanya mampu bertahan menghadapi nya tapi juga dapat memahami sesuatu yang lebih berharga dan mulia dari penderitaan mereka.
Kita mengenal Bethoven yang tuli dan Milton yang buta , tetapi keduanya dapat mengatasi tragedi dan kepedihan mereka , kemudian mencari kesempatan untuk menghasilkan karya-karya yang besar.
Sebelum menjadi penulis besar , Charles Dickens bekerja sebagai tukang yang melabeli pot bunga, Tragedi akibat ditinggal kekasih pertamanya sangat mempengaruhi dirinya dan menyentuh jiwanya yang sangat dalam sehingga ia mulai menulis dan menjadi seorang sastrawan yang sangat terkenal.
Penderitaan bisa diubah menjadi sesuatu yang indah ...
Kesedihan dapat menjadi sarana menuju kemenangan ....
Ketika orang lain merendahkan dan meremehkan kita tentu saja kita merasa sedih dan terluka. Namun semestinya kita bisa mengubah kepedihan itu menjadi peluang dan merubah rasa sakit menjadi keberuntungan. Menjadikan semua itu sebagai motivasi diri untuk maju meraih keberhasilan. Dengan mengembangkan kapasitas diri semaksimal mungkin untuk menjadi lebih baik. Menegembangkan kemampuan diri menuju kemenangan sehingga membuahkan kebahagiaan.
Penderitaan membuat kita lebih mengenal diri sendiri ...
Ditengah penderitaan yang mendalam dan rasa sakit kita bisa beralih dan bersandar pada kekuatan batin kita sendiri . Sebagaimana sebuah kerang menderita dan merasakan sakit yang luar biasa ketika butiran pasir menyusup memasuki cangkangnya, melukai dan menyakitinya. Kerang berusaha menyingkirkan butir-butir pasir itu , namun bagaimanapun dia berusaha pasir itu tetap tidak kunjung tersingkirkan . dengan ludahnya akhirnya dia membalut luka dan sakitnya sehingga menciptakan sebuah mutiara yang indah.
Begitupun jika ada rasa sakit dan penderitaan dalam hidup kita , kita dapat mengikuti langkah si kerang, membalut sendiri luka itu dan bersahabat dengan kesedihan dan penderitaan , menerimanya sebagai suatu pemicu semangat untuk menciptakan ‘mutiara kehidupan ‘ yang indah yang kita inginkan. Semua ini membutuhkan kerja keras dan kesabaran untuk membuat mutiara, tetapi mutiara yang kita ciptakan itu tercipta berkat cinta dan keimanan.
Bertumbuh diatas luka ...
Rasa sakit akibat derita dan kepedihan yang kita hadapi sesuai dengan reaksi kita terhadapnya.Kita bisa menderita dan hancur diantara luka dan derita serta tenggelam bersamanya dengan terus berkutat diatas penderitaan , menyesali masa lalu, mengasihi diri sendiri dengan terus mengingat-ingatnya sebagai suatu kesalahan dan larut serta tenggelam bersamanya, Jadilah kita seorang yang menderita luka diatas luka ; sudah jatuh tertimpa tangga pula.
Atau sebaliknya Kita bisa mengubah dan mentransformasikan luka dan derita yang kita alami menjadi sesuatu yang baik dan indah. Dan kita bertumbuh bersamanya sehingga muncul suatu yang mutiara yang indah, kehidupan baru yang bermakna, luka dan derita hanya sebuah jembatan untuk meraih kesuksesan dan jadi pendorong dan semangat untuk meraih kehidupan yang lebih baik dan bermakna... seperti yang dihadapi oleh orang-orang sukses lainnya. Mungkin jumlah mereka hanya segelintir tapi mereka dapat menjadi bukti yang cukup kuat bahwa segala sesuatu dapat diambil dari seseorang, kecuali kebebasan manusia untuk bersikap dan berperilaku sesuai dengan kata hatinya.
Tak seorangpun mampu mengambil kebebasan kita untuk memilih jalan yang ingin kita tempuh.
Berbagai peristiwa yang menyedihkan seperti kematian dapat memandu kita menuju keimanan terhadap kekuatan Ilahi yang memberi kita jawaban dan rasa aman.
Penderitaan tidak hanya menciptakan karakter tetapi juga mengungkapkannya.
Ketika penderitaan dan kepedihan datang menghadang kita harus berupaya untuk mengambil pelajaran dan hikmah yang tersembunyi didalamnya. Kita dapat mengubah tragedi menjadi peluang untuk maju dan berkembang , ketimbang terus menerus mengasihi diri sendiri dan berkubang dalam kesedihan...
***
Seekor burung tidak bisa merubah arah angin, tapi dia bisa merubah arah sayap hingga dia bisa terbang mencapai tujuannya.
Allah menciptakan setiap manusia dengan segala kelebihan dan kekurangannya untuk menguji siapa yang paling baik amalnya
Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang,
MELAINKAN mereka yang tetap tegar dan segera bangkit lagi setiap kali jatuh.
Bila Allah makbulkan doamu, Maka DIA menyayangimu ..,
Bila DIA lambat makbulkan doamu, Maka DIA ingin mengujimu, ...
Bila DIA tak makbulkan doamu, Maka DIA merancang sesuatu yg terbaik untukmu...
Oleh itu, senantiasalah bersangka baik pada ALLAH dalam keadaan bagaimanapun karena Kasih sayang Allah itu mendahului kemurkaanNYA.
... MAAFKAN SAYA .. (KISAH SEORANG POLANTAS) ...
Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Alex segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat, sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama. Kebetulan jalan di depannya agak lengang. Lampu berganti kuning. Hati Alex
berdebar berharap semoga ia bisa
melewatinya segera. Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah
menyala.Alex bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja. “Ah, aku tak
punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak,” pikirnya sambil terus
melaju.
Priiiiit……..!
Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Alex menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing.
Hey, itu khan Sobari, teman mainnya semasa SMA dulu. Hati Alex agak lega. Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.
“Hai, Sob. Senang sekali ketemu kamu lagi!”
“Hai, Lex.” Tanpa senyum.
“Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru. Istri saya sedang menunggu di rumah.”
“Oh ya?”
Tampaknya Sobari agak ragu. Nah, bagus kalau begitu.
“Sob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong.”
“Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini.”
Oooo, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Alex harus ganti strategi.
“Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala.”
Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.
“Ayo dong Lex. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu.”
Dengan ketus Alex menyerahkan SIM, lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca jendelanya. Sementara Sobari menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa saat kemudian Sobari mengetuk kaca jendela. Alex memandangi wajah Sobari dengan penuh kecewa.Dibukanya kaca jendela itu sedikit.
Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang. Tanpa berkata-kata Sobari kembali ke posnya. Alex mengambil surat tilang yang diselipkan Sobari di sela-sela kaca jendela.
Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru Alex membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Sobari.
“Halo Alex, Tahukah kamu Lex, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 tahun. Begitu bebas, ia bisa bertemu dan memeluk anak-anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku Lex. Doakan agar permohonan kami terkabulkan. Berhati-hatilah. (Salam, Sobari)”.
Alex terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Sobari. Namun, Sobari sudah meninggalkan pos jaganya entah ke mana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak menentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan …….
Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati.
Priiiiit……..!
Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Alex menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing.
Hey, itu khan Sobari, teman mainnya semasa SMA dulu. Hati Alex agak lega. Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.
“Hai, Sob. Senang sekali ketemu kamu lagi!”
“Hai, Lex.” Tanpa senyum.
“Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru. Istri saya sedang menunggu di rumah.”
“Oh ya?”
Tampaknya Sobari agak ragu. Nah, bagus kalau begitu.
“Sob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong.”
“Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini.”
Oooo, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Alex harus ganti strategi.
“Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala.”
Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.
“Ayo dong Lex. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu.”
Dengan ketus Alex menyerahkan SIM, lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca jendelanya. Sementara Sobari menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa saat kemudian Sobari mengetuk kaca jendela. Alex memandangi wajah Sobari dengan penuh kecewa.Dibukanya kaca jendela itu sedikit.
Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang. Tanpa berkata-kata Sobari kembali ke posnya. Alex mengambil surat tilang yang diselipkan Sobari di sela-sela kaca jendela.
Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru Alex membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Sobari.
“Halo Alex, Tahukah kamu Lex, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 tahun. Begitu bebas, ia bisa bertemu dan memeluk anak-anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku Lex. Doakan agar permohonan kami terkabulkan. Berhati-hatilah. (Salam, Sobari)”.
Alex terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Sobari. Namun, Sobari sudah meninggalkan pos jaganya entah ke mana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak menentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan …….
Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati.
Jumat, 23 November 2012
KISAH NYATA KEAJAIBAN AYAT KURSI DI AMERIKA
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Ini kisah nyata dari Amerika Serikat (US)
sekitar tahun 2006. Pengalaman nyata seorang muslimah asal asia yang
mengenakan jilbab.
Suatu hari wanita ini berjalan pulang dari
bekerja dan agak kemalaman ….. suasana jalan setapak agak sepi …. dia
melewati short cut yang agak gelap dan sendirian …..
Di ujung
jalan pintas itu dia melihat ada sosok pria kaukasian, pasti orang
amerika pikirnya …. tapi perasaan wanita ini agak was-was karena sekilas
raut pria itu agak mencurigakan seolah ingin mengganggunya ….
Dia berusaha tetap tenang dan membaca kalimah Allah …. kemudian dia
lanjutkan dengan terus membaca ayat kursi berulang-ulang seraya
sungguh-sungguh memohon perlindungan Allah swt …..
Meski tidak
mempercepat langkahnya, ketika ia melintas di depan pria berkulit putih
itu, ia tetap berdoa … sekilas ia melirik ke arah pria itu ….. orang itu
asik dengan rokoknya … dan seolah tidak memperdulikannya
….(Alhamdulillah …. serunya dalam hati …)
Keesokan harinya ..
ia lihat berita kriminal, seorang wanita melintas di jalan yang sama
dengan jalan yang ia lintasi semalam … dan wanita itu melaporkan
pelecehan seksual yang dialaminya dilorong gelap itu … karena begitu
ketakutan, ia tidak melihat jelas pelaku yang katanya sudah berada di
lorong itu ketika perempuan korban ini melintas jalan shorcut itu …..
Hati muslimah inipun tergerak karena wanita tadi melintas jalan shorcut
itu hanya beberapa menit setelah ia melintas di sana … dalam berita itu
dikabarkan wanita itu tidak bisa mengidentifikasi pelaku dari kotak
kaca, dari beberapa orang yang dicurigai polisi.
Muslimah
inipun memberanikan diri datang ke kantor polisi, dan memberitahukan
bahwa rasanya ia bisa mengenali sosok pelaku pelecehan kepada wanita
tersebut, karena ia Menggunakan jalan yang sama sesaat sebelum wanita tadi
melintas.
Melalui kamera rahasia akhirnya muslimah inipun bisa
menunjuk salah seorang yg diduga sebagai pelaku, ia yakin bahwa pelakunya
adalah pria yang ada di lorong itu dan mengacuhkannya sambil terus
merokok …
Melalui interogasi polisi akhirnya orang yg diyakini
oleh muslimah tadi mengakui perbuatannya … tergerak oleh rasa ingin tau,
muslimah ini menemui pelaku tadi dan didampingi oleh polisi …
muslimah : apa kau melihat saya, saya juga melewati jalan itu beberapa
menit sebelum wanita yang kau perkosa itu? mengapa anda hanya
menggangunya tapi tidak menggangguku ? mengapa anda tidak berbuat apa
apa padahal waktu itu aku sendirian ?
penjahat : tentu saja
saya melihatmu malam tadi, anda berada disana malam tadi beberapa menit
sebelum wanita itu,saya tidak berani mengganggu anda, aku melihat ada
dua orang besar dibelakang anda pada waktu itu … satu di sisi kiri dan
satu di sisi kanan Anda …
Muslimah itu tidak bisa melanjutkan
kata-katanya .. kalbunya penuh syukur dan terus mengucap alhamdulillah.
Dengkulnya bergetar mendengar penjelasan pelaku kejahatan itu, ia
langsung menyudahi interview itu dan minta diantar keluar dari ruang itu
oleh polisi ….
Dalam hatinya ia tiada henti bersyukur … ya
Allah terimakasih .. mungkin itulah perlindungan dan hikmah karena ia
tiada berhenti membaca ayat kursi selama ia ketakutan dalam perjalanan
pulang tersebut ….
Maha kuasa Allah dengan segala keagungan dan kekuatan gaib-Nya …
Wallahu’alam bishshawab, ..
Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...
"Foto Pemenang Pulitzer"
Sebuah Foto tentang Kelaparan di Afrika yang membuat Fotografernya Bunuh Diri
Penghargaan tertinggi Jurnalistik Pulitzer 1994 adalah tentang seorang
gadis yang menangis kelaparan dan berusaha merangkak kelelahan menuju
camp pengungsian PBB berjarak 1 Km dari tempatnya, dengan tanpa pakaian
dan tulang kurus menonjol dimana-mana, sementara di belakangnya di
bayang²-i burung pemakan bangkai yang sudah mencium bau kematian gadis
kecil tersebut.
Foto tersebut di ambil di Afrika Selatan oleh
seorang wartawan bernama Kevin Carter, yang mendengar suara tangis anak
tersebut, sempat menunggu selama 20 menit supaya burung pemakan bangkai
itu pergi, tetapi akhirnya sekedar mengambil foto gadis itu karena
burung tersebut tidak juga meninggalkan gadis tersebut, dan
meninggalkannya begitu saja karena dia takut tertular penyakit dan
sebagainya.
Tetapi, begitu
foto tersebut di publikasikan, New York Times yang menerima foto
tersebut segera menerima ribuan telepon menanyakan kabar gadis itu :
"Apakah dia mati ?"
"Apakah bisa sampai ke penampungan PBB ?"
"Apakah di makan burung pemakan bangkai ?"
"Bagaimana saya bisa menolong gadis tersebut ?"
"Mengapa KEVIN tidak menolong anak gadis itu ?"
2 bulan setelah menerima penghargaan tersebut, Kevin mati bunuh diri
karena dihantui pemandangan tersebut. dia tidak pernah berhenti menangis
menyesali diri :
"MENGAPA AKU TIDAK MENOLONG ANAK GADIS ITU".
Penyesalan memang selalu datang terlambat.
Mari, selagi masih ada kesempatan berbuat baik, marilah kita berbuat
baik dengan tidak jemu². Jangan sampai kita menyesali diri karena
kesempatan berbuat baik itu sudah tertutup.
Sebuah Foto tentang Kelaparan di Afrika yang membuat Fotografernya Bunuh Diri
Penghargaan tertinggi Jurnalistik Pulitzer 1994 adalah tentang seorang
gadis yang menangis kelaparan dan berusaha merangkak kelelahan menuju
camp pengungsian PBB berjarak 1 Km dari tempatnya, dengan tanpa pakaian
dan tulang kurus menonjol dimana-mana, sementara di belakangnya di
bayang²-i burung pemakan bangkai yang sudah mencium bau kematian gadis
kecil tersebut.
Foto tersebut di ambil di Afrika Selatan oleh seorang wartawan bernama Kevin Carter, yang mendengar suara tangis anak tersebut, sempat menunggu selama 20 menit supaya burung pemakan bangkai itu pergi, tetapi akhirnya sekedar mengambil foto gadis itu karena burung tersebut tidak juga meninggalkan gadis tersebut, dan meninggalkannya begitu saja karena dia takut tertular penyakit dan sebagainya.
Tetapi, begitu foto tersebut di publikasikan, New York Times yang menerima foto tersebut segera menerima ribuan telepon menanyakan kabar gadis itu :
"Apakah dia mati ?"
"Apakah bisa sampai ke penampungan PBB ?"
"Apakah di makan burung pemakan bangkai ?"
"Bagaimana saya bisa menolong gadis tersebut ?"
"Mengapa KEVIN tidak menolong anak gadis itu ?"
2 bulan setelah menerima penghargaan tersebut, Kevin mati bunuh diri karena dihantui pemandangan tersebut. dia tidak pernah berhenti menangis menyesali diri :
"MENGAPA AKU TIDAK MENOLONG ANAK GADIS ITU".
Penyesalan memang selalu datang terlambat.
Mari, selagi masih ada kesempatan berbuat baik, marilah kita berbuat baik dengan tidak jemu². Jangan sampai kita menyesali diri karena kesempatan berbuat baik itu sudah tertutup.
Foto tersebut di ambil di Afrika Selatan oleh seorang wartawan bernama Kevin Carter, yang mendengar suara tangis anak tersebut, sempat menunggu selama 20 menit supaya burung pemakan bangkai itu pergi, tetapi akhirnya sekedar mengambil foto gadis itu karena burung tersebut tidak juga meninggalkan gadis tersebut, dan meninggalkannya begitu saja karena dia takut tertular penyakit dan sebagainya.
Tetapi, begitu foto tersebut di publikasikan, New York Times yang menerima foto tersebut segera menerima ribuan telepon menanyakan kabar gadis itu :
"Apakah dia mati ?"
"Apakah bisa sampai ke penampungan PBB ?"
"Apakah di makan burung pemakan bangkai ?"
"Bagaimana saya bisa menolong gadis tersebut ?"
"Mengapa KEVIN tidak menolong anak gadis itu ?"
2 bulan setelah menerima penghargaan tersebut, Kevin mati bunuh diri karena dihantui pemandangan tersebut. dia tidak pernah berhenti menangis menyesali diri :
"MENGAPA AKU TIDAK MENOLONG ANAK GADIS ITU".
Penyesalan memang selalu datang terlambat.
Mari, selagi masih ada kesempatan berbuat baik, marilah kita berbuat baik dengan tidak jemu². Jangan sampai kita menyesali diri karena kesempatan berbuat baik itu sudah tertutup.
Langganan:
Postingan (Atom)





![-=|[ "Foto Pemenang Pulitzer" ]|=-
Penghargaan tertinggi Jurnalistik Pulitzer 1994 adalah tentang seorang gadis yang menangis kelaparan dan berusaha merangkak kelelahan menuju camp pengungsian PBB berjarak 1 Km dari tempatnya, dengan tanpa pakaian dan tulang kurus menonjol dimana-mana, sementara di belakangnya di bayang²-i burung pemakan bangkai yang sudah mencium bau kematian gadis kecil tersebut.
Foto tersebut di ambil di Afrika Selatan oleh seorang wartawan bernama Kevin Carter, yang mendengar suara tangis anak tersebut, sempat menunggu selama 20 menit supaya burung pemakan bangkai itu pergi, tetapi akhirnya sekedar mengambil foto gadis itu karena burung tersebut tidak juga meninggalkan gadis tersebut, dan meninggalkannya begitu saja karena dia takut tertular penyakit dan sebagainya.
Tetapi, begitu foto tersebut di publikasikan, New York Times yang menerima foto tersebut segera menerima ribuan telepon menanyakan kabar gadis itu :
"Apakah dia mati ?"
"Apakah bisa sampai ke penampungan PBB ?"
"Apakah di makan burung pemakan bangkai ?"
"Bagaimana saya bisa menolong gadis tersebut ?"
"Mengapa KEVIN tidak menolong anak gadis itu ?"
2 bulan setelah menerima penghargaan tersebut, Kevin mati bunuh diri karena dihantui pemandangan tersebut. dia tidak pernah berhenti menangis menyesali diri :
"MENGAPA AKU TIDAK MENOLONG ANAK GADIS ITU".
Penyesalan memang selalu datang terlambat.
Mari, selagi masih ada kesempatan berbuat baik, marilah kita berbuat baik dengan tidak jemu². Jangan sampai kita menyesali diri karena kesempatan berbuat baik itu sudah tertutup.
Fans Page : Denny J.A's World
≈☀╠[“semoga bermanfaat”]╣☀≈](https://fbcdn-sphotos-d-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/s480x480/390180_234468633350946_1852382025_n.jpg)